BALIMAU KASAI

 

Pekanbaru,Selasa (7/9) .Dengan kekuatan Satu Tim (sebelas Personil)  kantor SAR Pekanbaru siap mengamankan jalannya Ritual tahunan yang selalu diadakan Pemko pekanbaru yaitu acara Balimau Kasai (mandi bersama sebelum memasuki bulan ramadhan) Acara yang dibuka langsung oleh wakil gubernur Riau Mambang Mit,MM , dimulai Dari Pukul 14.00 wib hingga pukul 18.00 wib,  Berbagai acara dilakukan warga untuk menyambut bulan penuh berkah, Ramadan. Misalnya, seperti yang dilakukan ribuan warga Pekanbaru  Riau,  yang selalu menggelar ritual balimau kasai. Tradisi untuk menandai masuknya Ramadan ini diisi dengan aneka kegiatan seperti mandi  beramai-ramai, mengarungi sungai dengan menggunakan perahu dan sampan hias. 

“Balimau kasai memang asyik,” ujar Ipen (35) warga   Pekanbaru. Menurutnya tidak lengkap rasanya menjalani ibadah puasa kalau tidak menjalani tradisi balimau kasai yang telah turun-temurun itu. Bukan hanya Ipen. Ribuan warga Pekanbaru  bahkan dari luar Pekanbaru  selalu tumpah ruah menuju pusat acara balimau kasai di Sungai Siak yaitu di jembatan Leighton 1.

Sebenarnya sejak beberapa tahun terakhir tradisi balimau kasai di  pekanbaru mengalami sedikit perubahan dengan masuknya perahu hias ke dalam arena Balimau.  Sebelumnya, tradisi ini hanya bertujuan pensucian diri memasuki bulan Puasa. Tradisi balimau kasai memiliki makna yang bagus. Hanya saja belakangan terjadi pergeseran yang menimbukan keprihatinan dari banya pihak. Tahun lalu, Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Riau, Drs H Asyari Nur SH MM sempat memberikan kritik membangun tentang pelaksanaan acara budaya balimau kasai yang dinilainya beberapa tahun terakhir telah sedikit berubah dari tradisi balimau kasai sesungguhnya.

”Kalau kita lihat apa yang terjadi saat ini, tradisi mandi potang balimau kasai sudah sangat jauh dilencengkan. Kita hanya akan melihat kegiatan yang sifatnya hura-hura dan pergaulan yang tidak sepantasnya dilakukan di depan umum. Bahkan yang memalukan adalah mandi bersamaan yang dilakukan anak muda laki-laki dengan perempuan dan juga acara joget-jogetan yang terkadang ada pula yang mabuk mabukan. Padahal dulunya, tradisi ini merupakan hal yang tergolong sakral,”

Menurutnya hari balimau kasai malah dimaknai anak anak muda dengan hari bersenang senang sebelum masa pengekangan tiba, karena pada bulan Ramadan semuanya dibatasi, pergaulan, makan makan dan hura-hura. Maka hari balimau kasai menjadi ajang ’balas dendam’ sebelum peribadatan, maka pada itu mereka bersenang senang dengan wara-wiri di jalan raya, berboncengan berduan muda-mudi, dan nantinya diakhiri dengan mandi bareng pujaan hati. 
 
Akibat lain adalah arus lalu lintas menjadi macet dan macet, dan sudah dapat diduga kecelakaan lalu lintas menjadi tinggi, puluhan nyawa melayang sebelum sempat melaksanakan indahnya Ramadan, puluhan lainnya terbaring di rumah sakit. Bukan hanya jalan raya yang meminta korban, sungai, danau dan pemandian terkadang juga merengut nyawa, karena arus yang deras dan sungai  yang dalam. ( Humas Kansar Pekanbaru)



Kategori General Berita .
Pengunggah : author
9 July 0:00 WIB